Berapa Lama Bangunan Harus Direnovasi?
Sebagian orang sudah punya budget untuk bangun rumah, tapi masih ragu juga. Kebanyakan beralasan bahwa masih lebih murah untuk menyewa daripada membayar biaya perawatan rumah. Padahal…
Elly Santi Pertiwi 7 menit baca Diperbarui
Sebagian orang sudah punya budget untuk bangun rumah, tapi masih ragu juga.
Kebanyakan beralasan bahwa masih lebih murah untuk menyewa daripada membayar biaya perawatan rumah.
Padahal, kalau dipikir-pikir, walaupun lebih murah, rumah sewaan mau bagaimana juga akan kembali ke si pemiliknya.
Jika Anda dan keluarga mencari rumah untuk menyimpan kenangan, tinggal di rumah sewaan tentu jadi banyak batasannya.
Belum lagi, mengingat harga properti yang terus naik. Kalau tidak bangun rumah sekarang, kapan lagi?
Oleh karena itu, di sini kami akan menjawab pertanyaan yang mungkin sering membuat Anda takut untuk merawat rumah, berapa lama bangunan harus direnovasi?
Mari ketahui jawabannya di artikel ini!
Pentingnya Tahu Durasi Bangunan Harus Direnovasi
Kenapa sih Anda harus tahu, berapa lama bangunan harus direnovasi?
Umumnya, kebanyakan menunda renovasi hingga terjadi kerusakan besar.
Padahal, kebiasaan ini menimbulkan risiko memperparah kerusakan yang sebenarnya bisa diatasi lebih awal.
Sebagai contoh, bayangkan keluarga Anda tinggal di rumah berusia 15 tahun dengan atap yang mulai bocor.
Awalnya, mungkin hanya bocor kecil dan Anda bisa menambalnya untuk sementara waktu.
Namun rupanya seiring waktu masalah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada plafon, tetapi juga memengaruhi dinding dan struktur rangka atap.
Ketika akhirnya Anda baru memutuskan untuk memperbaikinya, biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar karena kerusakan sudah meluas ke bagian lain rumah.
Nah, jika saja Anda merenovasi atap lebih awal, tentunya biaya dan waktu pengerjaan bisa lebih ringan, bukan?
Selain itu, menunda renovasi juga bisa membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Katakanlah ada retakan kecil pada dinding atau lantai, yang mungkin tidak terlihat berbahaya pada awalnya.
Namun, tanpa Anda sadari, retakan tersebut bisa menjadi jalur masuk air, memicu pelapukan material, hingga berpotensi membuat struktur tidak stabil.
Jika ini dibiarkan, bisa-bisa keluarga dan Anda harus berhadapan dengan insiden seperti runtuhnya bagian tertentu dari rumah.
Inilah mengapa Anda perlu melakukan inspeksi rutin pada rumah, terutama setelah usia bangunan mencapai 10 tahun atau lebih.
Dengan melakukan inspeksi, Anda bisa mendeteksi kerusakan kecil yang bisa berkembang jadi masalah besar.
Berapa Lama Bangunan Harus Direnovasi?
Jadi, berapa lama bangunan harus direnovasi?
Pada dasarnya, setiap bangunan memiliki keunikan dan karakteristiknya masing-masing.
Selain itu, ada banyak faktor yang menentukan kebutuhan renovasi bangunan, misalnya seperti kualitas bangunan, detail desain, kondisi lingkungan, dan standar perawatan yang Anda pilih.
Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini kami menggunakan 5 tahap siklus hidup bangunan yang dianalogikan dengan tubuh manusia dari RDH Building Science.

Menurut RDH Building Science, tahapan siklus hidup bangunan menentukan besar/kecilnya kebutuhan renovasi dalam 5 tahap, yaitu:
1. Usia Bangunan 0 – 1 Tahun
Ini merupakan kondisi dimana bangunan biasanya baru selesai jadi dan melalui proses serah terima dari jasa kontraktor.
Umumnya di tahapan ini, kerusakan yang muncul berasal dari kesalahan konstruksi.
Selama tidak ada kesalahan besar dalam pembangunan, maka semestinya tidak ada kebutuhan renovasi besar pada tahun pertama rumah Anda jadi.
Jika ada pun, Anda bisa memanfaatkan garansi yang diberikan oleh jasa kontraktor rumah Anda.
Inilah mengapa butuh jasa kontraktor untuk bangun rumah, Anda bisa meminimalisir pengeluaran tambahan untuk kesalahan kontruksi di awal rumah jadi.
Untuk perawatan rumah di usia ini, Anda cukup sering membersihkan rumah dan menggunakan fitur-fitur rumah (pintu, jendela, dan sistem kelistrikan) seperti biasa untuk memeriksa tidak ada kerusakan yang berarti.
2. Usia Bangunan 1 – 16 Tahun
Memasuki usia 1 hingga 16 tahun, bangunan Anda biasanya akan mulai menunjukkan tanda-tanda normal dari proses penuaan.
Kerusakan yang sering muncul pada tahap ini biasanya, seperti rembesan kecil di atap, keretakan dinding akibat pergerakan struktur, atau masalah pada saluran air.
Renovasi kecil mungkin diperlukan, terutama untuk memperbaiki bagian-bagian yang terpengaruh oleh cuaca atau keausan.
Sementara itu, untuk perawatannya, pastikan Anda melakukan pengecatan ulang setiap 5-7 tahun agar dinding tetap terlindungi dari paparan panas atau perubahan cuaca.
Selain itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin pada kondisi atap, talang air, dan sistem pipa untuk mencegah kerusakan lebih besar.
3. Usia Bangunan 17 – 29 Tahun

Pada usia 17 hingga 29 tahun, bangunan biasanya mulai memperlihatkan tanda-tanda perlu renovasi besar di beberapa bagian untuk menjaga fungsionalitasnya.
Anda mungkin akan mendapati kerusakan seperti pengeroposan pada struktur kayu akibat rayap, kebocoran besar di atap, atau kerusakan pada lantai dan plafon.
Anda mungkin akan membutuhkan renovasi seperti penggantian atap, perbaikan saluran air, atau pembaruan sistem kelistrikan.
Untuk menjaga kenyamanan tinggal di rumah usia ini, pertimbangkan juga untuk melakukan pembaruan desain interior guna menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup Anda.
4. Usia Bangunan 30 – 49 Tahun
Jika Anda tinggal di rumah yang berusia 30 hingga 49 tahun, biasanya Anda harus memberikan perhatian khusus, terutama pada struktur utamanya seperti pondasi, tiang, dan balok.
Di usia ini Anda mungkin akan menjumpai kerusakan seperti retakan besar pada dinding, kelembapan yang menyebabkan jamur, atau instalasi listrik yang sudah usang.
Rumah Anda mungkin akan membutuhkan renovasi besar yang menyeluruh, termasuk pada pembaruan sistem pipa, listrik, dan penguatan struktur bangunan rumah untuk memastikan keamanan.
5. Usia Bangunan 50+ Tahun
Bangunan yang telah mencapai usia 50 tahun atau lebih umumnya masuk kategori bangunan tua yang membutuhkan peremajaan total.
Kerusakan di tahap ini biasanya cukup besar, seperti struktur yang keropos, instalasi pipa dan listrik yang tidak lagi sesuai standar, hingga dinding yang sudah ringkih dan rawan runtuh.
Anda membutuhkan rekonstruksi ulang untuk memastikan rumah usia ini tetap layak huni.
Namun, jika rumah Anda dirasa mempunyai kenangan yang ingin dipertahankan, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli untuk memastikan renovasi tetap mempertahankan karakter asli rumah.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan saat Renovasi Bangunan
Jadi, menjawab pertanyaan berapa lama bangunan harus direnovasi, sebenarnya jawabannya bisa bervariasi.
Kebutuhan renovasi setiap rumah mungkin akan berbeda, begitu pula dengan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Namun, ini bukan berarti Anda tidak bisa memperkirakan waktu yang tepat untuk renovasi.
BCI Construction menyebutkan jika ada beberapa faktor yang dapat Anda perhatikan dalam mempertimbangkan kebutuhan renovasi, yaitu:
1. Lokasi Geografis
Lingkungan tempat bangunan rumah Anda berdiri sangat memengaruhi kondisi dan usia bangunan.
Cuaca ekstrim, seperti hujan deras, panas yang berlebihan, atau bahkan angin kencang, dapat mempercepat proses kerusakan pada struktur rumah.
Selain itu, kondisi tanah juga menjadi faktor penting.
Misalnya, Anda membangun rumah di lahan basah dimana tanahnya mudah bergeser, maka pondasi bangunan Anda mungkin membutuhkan perhatian ekstra.
Pastikan Anda memahami kondisi geografis tempat rumah Anda berada agar dapat merencanakan jenis material dan desain yang sesuai untuk meningkatkan ketahanan rumah.
2. Bahan Bangunan yang Digunakan
Jenis material yang digunakan dalam pembangunan sangat menentukan usia bangunan.
Material seperti kayu, bata, batu, beton, baja, dan besi dikenal sebagai bahan yang tahan lama, dengan beberapa di antaranya mampu bertahan hingga ratusan tahun.
Namun, kualitas bahan saja tidak cukup.
Teknik pembangunan yang digunakan dan keahlian pekerja konstruksi juga memainkan peran penting.
Bangunan dengan material berkualitas tinggi yang dibangun dengan teknik yang tepat umumnya membutuhkan renovasi besar yang lebih jarang, jika dibandingkan dengan rumah yang dibangun dengan bahan standar.
Mau cari tahu material yang cocok untuk rumah Anda? Konsultasi dengan Banamitra, yuk!
3. Fungsi Bangunan
Gaya hidup Anda di rumah juga memengaruhi tingkat kebutuhan renovasi.
Bangunan yang digunakan untuk tujuan komersial atau industri, misalnya, seringkali lebih cepat memerlukan perawatan dibandingkan bangunan tempat tinggal.
Biasanya, ini dikarenakan banyaknya paparan bahan kimia atau aktivitas berat yang dilakukan di rumah.
Jika rumah Anda digunakan untuk aktivitas tertentu yang membuatnya rentan terhadap kerusakan, seperti ruang kerja dengan peralatan berat, maka Anda perlu merencanakan renovasi berkala.
4. Perawatan Rutin

Renovasi yang dilakukan secara mendadak biasanya disebabkan oleh kurangnya perawatan rutin.
Pastikan Anda selalu membersihkan area yang rawan kerusakan, memeriksa kebocoran, dan mengecat ulang dinding secara berkala untuk memperpanjang usia bangunan.
Rumah yang dirawat dengan baik tentu akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap kokoh dan nyaman dalam jangka waktu lama tanpa renovasi besar.
5. Usia Bangunan
Tidak dapat dipungkiri bahwa seiring waktu, material dan struktur bangunan akan mengalami penurunan kualitas.
Pertimbangkan juga usia bangunan rumah Anda.
Jika Anda tinggal di rumah yang berusia sudah cukup tua, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan dan renovasi secara berkala agar tidak terjadi insiden yang membahayakan Anda dan keluarga.
Renovasi Bangunan Anda Bersama Banamitra
Sekarang sudah tahu, berapa lama bangunan harus direnovasi?
Renovasi bangunan adalah langkah penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, rumah Anda.
Tidak perlu khawatir dengan biaya renovasi yang mahal, selama Anda melakukan perawatan rutin pada rumah dan melibatkan tim profesional yang berpengalaman untuk membangun rumah, ya.
Banamitra hadir untuk membantu Anda merencanakan dan melaksanakan renovasi dengan kualitas terbaik.
Tim ahli kami siap memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan rumah Anda!
Yuk, konsultasikan kondisi bangunan Anda dan mendapatkan estimasi kebutuhan renovasi dari kami!
Topik
- kapan harus renovasi rumah
- renovasi rumah hemat biaya
- tips renovasi rumah
Bacaan Lain
Masih seputar tips
-
Tips
5 Cara Membangun Rumah Tingkat 100 Juta
Ingin punya rumah tingkat tapi budget terbatas? Siapa bilang punya rumah tingkat dengan budget pas-pasan itu…
· 6 menit baca
-
Tips
Apakah Uang 20 Juta Bisa Renovasi Rumah?
Anda ingin renovasi rumah tapi punya dana yang terbatas? Atau, Anda tidak tahu kebutuhan renovasi yang perlu…
· 6 menit baca
-
Tips
5 Cara Membangun Pondasi Rumah Murah
Ingin membangun rumah, tapi maju mundur karena sadar butuh biaya yang tidak sedikit? Apalagi untuk membangun pondasi…
· 3 menit baca
Artikel memberi gambaran. Rumah Anda butuh hitungannya sendiri.
Survey lokasi dan konsultasi awal tidak dipungut biaya. Dari situ baru muncul angka yang benar-benar berlaku untuk lahan dan kebutuhan Anda.